Kualitas Mahasiswa

Sidang skripsi mahasiswa….Sepertinya saya sedang bercermin dengan diri saya sendiri. Setiap kali menguji sidang skripsi, ingatan saya selalu kembali kepada masa ketika saya juga menjadi mahasiswa. Saya sadar bahwa saya bukanlah mahasiswa yang pintar dan paham apa artinya kuliah. Kuliah bagi saya saat itu sebuah kewajiban anak kepada orang tua jadi yang penting punya gelar sarjana. Mau jadi apa setelah lulus? Enggak tau.

Sayangnya sampai sekarang saya sedikit banyak masih melihat bahwa ada mahasiswa yang seperti saya, mengerjakan skripsi tanpa tau maksud dan manfaat skripsi itu sendiri. Bagi mereka mungkin skripsi hanyalah sebuah tugas akhir yang wajib dikerjakan supaya lulus. Bukan belajar bagaimana caranya melakukan sebuah penelitian. Mengapa saya tau? Antusias mahasiswa saat mempresentasikan hasil penelitian terlihat datar. Lagipula beberapa tulisan masih sama padahal dalam skripsi yang berbeda. Saya hanya berasumsi bahwa bagi mereka yang penting selesai tanpa tau dasar penulisan yang benar. Meskipun pasti tetap saja ada mahasiswa yang paham bahwa akhir sekolah S1 itu berarti memiliki kemampuan untuk melakukan basic research yang harusnya dilanjutkan untuk berkecimpung di dalam dunia akademis, bukan mencari kerja apapun berbekal ijazah sarjana S1.

Namun, salah siapa itu? Siap salah! (diucapkan seperti prajurit kepada komandannya)..ya saya sebagai dosen juga punya andil salah. Mahasiswa telah menjalani proses sebelum melakukan penulisan skripsi, siapakah yang wajib memberikan bekal kepada mahasiswa? Saya dan teman-teman dosen.

Sambil mengevaluasi diri, saya mencoba memahami lagi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dikirimkan Mbak Lina untuk mengingatkan saya akan idealnya seorang mahasiswa bisa diluluskan dan dapat survive di masyarakat.

KKNI – Dikti_2

Wah, kalau saya bisa memutar waktu, tentu saya akan lebih menikmati menjadi mahasiswa S1 dan pakar dalam bidang impiannya sejak awal. Selamat bagi anda yang sudah paham! two thumbs up!!…Tapi bagi anda yang belum paham seperti saya tapi sudah afkir jadi mahasiswa S1, ya syukuri saja karena kehidupan itu adalah sebuah proses dan harus diperjuangkan selalu bukan?!…Pahami dan tentukan arah kehidupan anda termasuk saat sekolah. Jangan biarkan hidup anda mengalir seperti air. Iya kalau mengalir ke laut, kalau mengalir ke septic tank gimana?…

Salam pendidikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s