Etika Berfoto

Kita semua pasti pernah ambil foto baik foto pemandangan, orang lain maupun selfie. Kalau untuk ambil foto benda mati seperti pemandangan atau foto situasi yang momennya menarik tentu saja tidak memerlukan etika. Lain halnya ketika saya mau mengambil sebuah foto orang lain.

Saya pernah punya pengalaman ketika saya bertemu dengan seorang teman lama dan sedang asik mengobrol lalu ada sms WA grup yang masuk. Ternyata itu foto saya yang bibirnya sedang manyun karena sedang bicara beberapa detik yang lalu. Terang saja saya tau bahwa sohib sayalah yang mengambil foto tersebut tanpa memberitau saya. Kemudian saya bertanya, apakah baru saja ambil foto saya dan dikirim ke grup? Dengan tenangnya sohib saya menjawab ‘iya, supaya teman2 yang lain tau kalau kita sedang rendezvous alias bertemu’. Hadehhh, bukannya saya tidak mau difoto apalagi posenya lagi kacau gitu namun sikap sohib saya yang tidak merasa berdosa mengambil foto tanpa ijin saat kita berdiskusi dan menyebarkannya ke grup WA teman-teman kami inilah yang saya sebut dengan etika berfoto.ย  Tidak semua orang suka kalau fotonya diambil diam-diam.

Menurut pengalaman saya ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengambil foto dengan objek orang lain, apalagi yang belum kita kenal, antara lain:

  1. Biasakan untuk memberitau yang bersangkutan apabila ingin mengambil fotonya
  2. Kalau kejadiannya berada di tempat umum yang sensitif misalnya di rumah sakit, usahakan ada ‘consent’ atau ijin lisan atau tertulis yang mengijinkan foto tersebut dipublikasikan (baik di instagram pribadi atau di media lain yang bisa dilihat publik)
  3. Momen foto seringkali datang tiba-tiba, tentu saja kita boleh langsung jepret foto, namun sekali lagi setelah foto diambil maka usahakan memberitau pihak yang wajahnya terlihat dalam foto tersebut
  4. Kalau di tempat wisata usahakan tidak salah fokus saat selfie, usahakan latar belakang tetap terlihat supaya orang lain yang melihat fotomu itu tau sedang berada dimana. Jadi fotonya tidak hanya penuh dengan wajah yang pamer alis segaris ataupun lipstik yang ngejreng seperti abis menghisap darah (poin ini sih tambahan aja,hehehe….)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s