Milikilah (Buku) sebuah karya monumental

Hari ini saya memiliki kesempatan untuk bertemu Pak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Wishnutama. Sebagai Ketua Asita (asosiasi biro perjalanan wisata Indonesia) dari Provinsi Kalimantan Tengah tentu saja kesempatan ini harus diambil. Kami semua ketua ASITA pada kesempatan ini berdialog tentang perkembangan pariwisata di daerah masing-masing. Pada intinya kami semua sepakat bahwa pariwisata dapat menjadi modal utama pembangunan di Indonesia karena kekayaan alam dan budaya yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada manusia Indonesia.

Dengan banyaknya ketua ASITA dari 34 provinsi di Indonesia maka supaya diingat beliau tentu saja saya harus memikirkan sesuatu yang berbeda. Awalnya saya mau memberikan beliau kenang-kenangan khas dari Kalimantan Tengah seperti Lawung (topi adat Dayak) namun saya berpikir bahwa lawung pemberian saya akan tenggelam oleh kenang-kenangan dari para pejabat di tempat kami bahkan mungkin bisa saja tergantikan oleh kenang-kenangan dari daerah lain yang sesuai dengan selera beliau.

Akhirnya saya memutuskan untuk membawa buku yang saya tulis. Saat itu saya baru tersadar, buku ini adalah monumen kecil-kecilan yang saya miliki. Tulisan selalu diingat orang lain meskipun yang menulis sudah tidak ada. Tulisan yang merupakan pikiran tertulis masing-masing manusia akan kekal karena dibaca orang lain dan selalu diingat karena terdokumentasikan sepanjang masa.

Selamat meneruskan budaya menulis!..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s