Obyek wisata girli (pinggir kali)

Bulan Juli-Agustus di Inggris adalah musim panas sehingga banyak yang memanfaatkan untuk bepergian. Sebenarnya suhu udara musim panas di Inggris juga masih dingin berkisar 15-25 derajat celcius. Yang membedakan dengan musim dingin hanyalah udaranya yang kering karena jarang hujan dan waktu matahari terbenam di atas jam 21.00. Oleh karena itu, bulan ini juga saya gunakan untuk mengunjungi taman nasional di Skotlandia sebagai bagian dari penelitian yang sedang saya tulis. Perjalanan menuju Taman Nasional Loch Lomond & The Trossachs di Skotlandia memiliki jarak 330 km dari kota Preston, jarak yang sama dengan Surabaya-Yogyakarta, tetapi dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam dengan menggunakan mobil. Jalur yang digunakan merupakan jalan nasional yang dinamakan motorway, kondisinya serupa jalan tol di Indonesia tapi tidak ada pungutan biaya untuk mengaksesnya. Meskipun waktu tempuhnya tidak terlalu lama dibandingkan di Indonesia namun tetap saja memerlukan konsentrasi yang lebih karena berkendara dengan kecepatan tinggi sehingga beristirahat sejenak dalam perjalanan darat sangat disarankan.

Biasanya saya memilih lokasi-lokasi yang dekat dengan kanal atau sungai buatan atau pinggir kali (girli) karena umumnya lokasi ini tenang dan udaranya segar. Lagipula, Inggris juga terkenal dengan kanal-kanal seperti di Belanda. ‘Girli’ juga menjadi tempat publik yang gratis dan menjadi tujuan wisata keluarga karena banyak kegiatan yang dapat dilakukan disana, seperti jogging, bersepeda, menyusuri sungai ataupun memancing ikan. Beberapa kapal juga masih terlihat berjalan di kanal-kanal yang ada. Namun kapal-kapal tersebut memerlukan ijin dengan biaya 6-20 juta per tahun tergantung ukuran kapal. Seperti halnya ijin kapal, kegiatan memancing di kanal juga harus memiliki ijin memancing yang bisa dibeli dengan biaya 1.5 juta rupiah per tahun atau denda 50 juta rupiah bagi orang-orang yang ketahuan memancing tanpa memiliki ‘SIM’ (Surat Ijin Memancing).

Kanal di inggris memiliki total panjang sekitar 3200 km dan berusia lebih dari 200 tahun. Kanal juga dianggap sebagai aset nasional karena memiliki sejarah penting khususnya pada saat Revolusi Industri atau saat mesin-mesin pabrik mulai ditemukan untuk menggantikan tenaga manusia. Pembangunan kanal-kanal tersebut dulunya dimiliki dan dibangun individual mulai tahun 1700-an oleh pedagang, bangsawan and bankir, atau khususnya mereka yang memiliki tambang batu bara, industri tekstil and porselin untuk mempermudah pemasaran produk yang dimiliki. Kanal-kanal tersebut menjadi jalan tol untuk mempermudah transportasi barang dan dikomersilkan oleh para pemiliknya. Namun demikian, pada tahun 1900-an transportasi kanal mulai ditinggalkan karena kebutuhan pengangkutan barang yang lebih banyak namun terbatasnya lebar kanal yang sulit untuk dikembangkan apalagi harus bersaing dengan perkembangan teknologi transportasi khususnya kereta api. Setelah kanal tidak lagi menjadi prioritas moda transportasi barang, maka kanal-kanal ini kemudian di nasionalisasi oleh pemerintah Inggris dan dijadikan sebagai obyek wisata yang dapat dinikmati gratis oleh publik.

kanal

‘Girli’ ini mengingatkan saya kembali pada banyaknya sungai di Indonesia. Namun sayangnya sungai di tempat kita kurang diperhatikan bila dibandingkan dengan sungai di Inggris, padahal kita tidak perlu bersusah payah membuat sungai, berinvestasi ataupun berharap ada keuntungan dari sungai buatan itu. Hal ini menambah keyakinan bahwa kegiatan wisata dengan memanfaatkan sungai adalah sebuah obyek wisata yang mewah sehingga beberapa negara berinvestasi dengan membuat sungai buatan atau kanal (contoh: Singapura). Sungai juga selalu memberikan inspirasi sehingga sayang apabila potensi alam yang sudah diberikan secara cuma-cuma ini disia-siakan. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dan membuatnya agar bermanfaat bagi masyarakat tanpa merusak sungai itu. Semoga ‘girli’ dapat menjadi inspirasi bagi semua orang untuk bersama-sama menjaga keindahannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s