Menyambut musim panas di Preston, Inggris

Inggris mulai memasuki musim panas, tapi jangan dibayangkan panasnya akan seperti di Indonesia. Meskipun matahari bersinar terik, suhunya masih cukup dingin. Yang menjadi perbedaan sangat mencolok yaitu matahari yang bersinar lebih lama, sekitar 19 jam, terbit mulai jam 3 pagi dan terbenam jam 10 malam. Untungnya kota Preston yang masuk dalam wilayah North West England atau barat laut Inggris berada di daerah teluk sehingga udara cukup hangat atau mild, dengan rata-rata suhu 20 derajat celcius.

Kota ini juga memiliki pelabuhan kecil yang didirikan pada tahun 1892 dan konon adalah tempat pembuatan kapal yang sudah tidak aktif lagi sehingga hanya digunakan sebagai tempat untuk memarkir perahu atau bisa dikatakan seperti marina. Lokasinya cukup dekat dengan kota sehingga membuat area marina sebagai tempat publik yang menyediakan fasilitas belanja, restauran dan juga sering digunakan untuk berolahraga seperti jogging dan bersepeda.

preston summer

Belle dan Zoey makan es krim dan memberi makan bebek

Anak-anak juga senang berada disini karena banyak burung dan bebek liar yang dapat diberi makan. Kalau saja ada banyak tempat publik seperti ini di Indonesia tentunya juga akan menyenangkan meskipun saya sendiri meragukan akan ada burung atau bebek liar di kampung halaman saya karena tangan jahil manusianya.

Cuaca seperti ini tentunya juga jadi godaan bagi pelajar dan juga pekerja untuk berhenti beraktifitas. Tidak heran masyarakat Eropa memiliki liburan musim panas atau summer holiday selama sebulan penuh khusus buat pelajar. Mereka benar-benar ingin menikmati indahnya cuaca yang tadinya semua berwarna abu-abu karena sering mendung dan hujan, sekarang menjadi cerah, langit biru dan tanaman mulai mengeluarkan warna baik daun maupun bunganya. Mereka juga ingin menikmati sinar matahari yang menerpa kulit yang katanya memberikan sensasi nyaman gigitan-gigitan kecil apabila jarang terkena sinar matahari. Maka menjadi hal yang biasa jika melihat pria atau wanita bule berpakaian minim seperti kekurangan bahan tekstil pada musim panas karena kondisi ini hanya bisa terjadi beberapa hari dalam setahun. Namun demikian, saya sadar diri untuk tidak tertular trend tersebut. Bukan hanya karena kulit yang sudah gelap dari pabriknya, tapi juga karena sudah terlalu lama terpapar sinar matahari sehingga kulit lebih tebal dan tidak ada sensasi gigitan matahari lagi. Oleh karena itu saya lebih memilih pakaian yang wajar dan cukup melindungi kulit. Ada anekdot yang mengatakan, pada saat musim panas di Inggris, paling mudah mencari orang Indonesia di antara ratusan orang yang berjemur di taman asalkan ada pohon yang besar dan teduh karena biasanya mereka, termasuk saya, gemar berada di bawah pohon itu.

Suhu udara musim panas di Indonesia dan Inggris sebenarnya pada titik tertentu hampir sama, namun sebenarnya bukan teriknya matahari atau panasnya suhu yang membuat kita berkeringat melainkan tingkat kelembaban yang mencapai 90% di Indonesia dibandingkan di Inggris yang rata-rata 40%. Itu juga sebabnya orang di Indonesia rata-rata mandi 2 kali dalam sehari sedangkan orang di Inggris rata-rata mandi 2 kali dalam seminggu karena jarang berkeringat meskipun cuaca cukup panas (mungkin termasuk saya karena males kena air seperti kucing).

Musim panas ini juga saatnya bidang pertanian di Inggris beraktivitas lebih lancar dibandingkan musim dingin. Kalau saya membandingkan dengan keadaan di Indonesia, muncul perasaan agar selalu bersyukur. Alasannya, (i) cuaca di Indonesia sepanjang tahun memberi kemudahan untuk bercocok tanam, ibaratnya benih dilempar ke tanah saja pasti tumbuh sendiri. (ii) Musim panas di Inggris didambakan dan ditunggu-tunggu padahal keindahan musim panas di Inggris sebenarnya dimiliki masyarakat Indonesia setiap hari karena beriklim tropis. Kita jarang bersyukur malah seringkali mengeluh kepanasan, berkeringat sehingga malas untuk melakukan sesuatu yang berguna. Seringkali kita baru bisa bersyukur ketika pernah kehilangan. Pesan moral yang saya dapatkan ketika menyambut musim panas di Inggris adalah selalu bersyukur atas kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Lagipula konteks selalu bersyukur juga bisa dikembangkan ke kehidupan sehari-hari karena mendorong perasaan gembira dan memberikan kedamaian diri. Tapi tetap hati-hati menggunakan kata syukur karena harus dalam konteks yang tepat. Jangan sampai kita bersyukur karena melihat orang mengalami kegagalan…. Syukur (Kapokkk)!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s