Apakah golf olahraga mahal? Tergantung perspektif dan kesempatan..

Beberapa minggu terakhir saya menyempatkan diri untuk belajar golf (lagi). Kenapa lagi? Dulu tahun 2006 saya sudah pernah latihan, tapi karena tidak konsisten dan malas banyak pekerjaan akhirnya saya berhenti latihan.

Mulailah saya diajak kembali untuk menemani Pak Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Palangka Raya Dr. Suriansyah Murhaini, SH., MH dan Bapak Staf Ahli Rektor Bidang Hukum Agus Mulyawan, SH., MH. Awalnya cuma berniat menemani jalan kaki hitung-hitung joging, lagipula beliau berdua pemain profesional sedangkan saya level amatir saja belum lulus, hehehe…

Namun pada akhirnya saya juga belajar memukul bola dan ternyata tidak semudah yang dilihat. Pukulan saya bisa mencangkul tanah dan memukul angin namun bolanya tidak bergerak, kalaupun bergerak, bolanya menyusur tanah seperti batalyon infanteri kata Pak Wakil Rektor (wajah meringis tersenyum masam).

Dalam bermain golf ini saya banyak belajar lagi bahwa:

  • ketika niat untuk melakukan sesuatu itu mulai timbul maka lakukanlah (action) secepat mungkin, jangan menunggu.
  • jangan emosi dalam mengambil keputusan dan lihat kemungkinan langkah-langkah yang dapat diambil
  • mengalahkan diri sendiri (melawan rasa malas untuk bangun pagi dan olah raga, melawan nafsu untuk memukul bola sekeras mungkin dan melatih sikap untuk terlihat tenang)

Tidak dapat dipungkiri bahwa olahraga ini membutuhkan modal, paling utama adalah stik golf. Namun demikian, semua olahraga membutuhkan modal juga untuk membeli alat kan? Stik bekas juga tidak apa-apa, saya pun menggunakan stik bekas yang grip (pegangannya) sudah keras tapi yang paling penting adalah niatnya untuk bisa dan biaya tidak menjadikannya alasan untuk tidak mencoba. Dan sebuah keuntungan bahwa lapangan golf di Palangka Raya memberikan free 2 holes sehingga kita bisa mencobanya. Biaya green fee (biaya sewa) ketika bermain golf jarang yang gratis namun kalau ada niat, pasti bisa mensiasatinya. Kalau untuk teman-teman yang dananya mepet seperti saya, bisa saja ikut bantu-bantu ambil bola sambil belajar liat pegolf, siapa tau nanti diajak main kan?…Salam semangat untuk mencoba hal baru…is fecit cui prodest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s