Menguji Proposal Calon Doktor

Beberapa waktu lalu saya diberi kesempatan menguji proposal mahasiswa doktor di Pascasarjana Universitas Palangka Raya. Kebetulan saja mungkin temanya berkaitan dengan pariwisata, jadilah saya didapuk untuk menjadi penguji tamu.

Saat itu saya berdampingan dengan Prof Salampak, Prof Winarsih, Prof Bambang Lautt, Prof Yetri dan Prof Sidik (Yang terakhir ini saya hormati dengan menganggap beliau prof secara substansi, bukan secara administrasi dari ‘Kemeriting’ mengutip dari suhu Abah Hamid yaitu Kementerian Ristek dan Dikti).

Suasana ujian saat itu sangat bersahabat menurut versi saya, nggak tau dari perspektif yang diuji (bisa saja menegangkan), namun demikian bisa saya pastikan bahwa suasana tersebut dibangun dalam rangka membangun mahasiswa yang bersangkutan agar memiliki semangat untuk melanjutkan studinya. Lagipula sebenarnya kalau kita sudah di level pendidikan S3, musuh terberat kita adalah diri sendiri, bukan para penguji, apalagi pengujinya saya, yang paling bahagia kalau bisa meluluskan mahasiswa dengan cara yang benar.

Anyway, karena saya sudah sering jadi peserta yang diuji, saya paham bagaimana rasanya ‘diadili’ jadi saya juga tidak perlu akting jadi dewa (yang paling tahu dan paling benar) saat bertanya, keep humble dan beri kritik yang membangun. Semoga saja, para profesor tersebut cocok dengan style saya dalam menguji sehingga saya diajak menguji lagi.

Selamat melanjutkan studinya dan saya siap di panggil kapan saja koq Prof, hehehe…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s