Plagiat

Kata ini seringkali muncul dalam dunia akademis dan juga dianggap kejahatan akademis yang dapat dianalogikan dengan kejahatan pencurian atau perampokan dalam dunia nyata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online/daring (dalam jaringan), plagiat/pla·gi·at/ n memiliki arti pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.

Dengan demikian, berdasarkan definisi di atas maka seorang akademisi atau seseorang yang sedang menulis dapat dikatakan melakukan tindakan plagiat apabila:

  1. Mengakui sebuah artikel, yang lengkap mulai dari daftar isi, judul hingga penutup dengan cara mengganti nama penulisnya, seolah-olah tulisan itu adalah tulisan miliknya.
  2. Mengambil sebuah bab dari sebuah buku kemudian mengubahnya menjadi makalah atas nama miliknya.
  3. Hanya mengganti lokasi dan waktu penelitian. Sementara format, teori, metodologinya sama persis dengan laporan penelitian sebelumnya.
  4. Mengganti judul dari sebuah tulisan namun isinya sama persis.
  5. Mengambil satu atau beberapa paragraf dari tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya.
  6. Hanya menyebutkan nama penulis sebelumnya di paragraph pertama dari beberapa paragraf tanpa mengubah bahasanya.
  7. Mengutip tulisan orang lain satu paragraf panjang (lebih dari empat baris) namun tidak membuat tanda kutip atau merubah format penulisan dengan cara memadatkan paragrafnya.
  8. Mengambil kalimat kesimpulan dari sebuah penelitian terdahulu dan mengakuinya sebagai hasil penelitian sendiri.
  9. Mengambil sebagian atau seluruh tulisan sendiri yang pernah dipublikasi di tempat lain untuk melengkapi artikel yang baru tanpa menyebut referensi tulisan yang sudah dipublikasi sebelumnya.
  10. Meringkas sebuah buku menjadi sebuah makalah atau sebuah esai tanpa mengatakan nama buku yang dijadikan sumbernya.

Namun demikian, terdapat beberapa tindakan penulisan yang tidak dapat dikatakan plagiat namun tidak beretika apabila penulis:

  1. Membuat sebuah tulisan yang berasal dari kumpulan paragraf dari beberapa tulisan terdahulu dengan menyebut sumbernya di setiap paragraf yang diambil.
  2. Menuliskan sebuah paragraf atau sebuah kalimat sendiri, namun sumber informasi/data dalam paragraf itu sesungguhnya diperoleh dari tulisan terdahulu.
  3. Menuliskan sumber buku asli yang berbahasa asing, padahal penulis hanya membaca buku terjemahannya.

Penulis juga dapat bebas dari plagiat dan tidak perlu mencantumkan sumbernya apabila menuliskan hal-hal yang sudah dapat diketahui secara umum (misalnya: Virus Corona sudah menyebar di banyak Negara), memiliki tulisan dengan data pasti yang tidak terbantahkan (Misalnya Indonesia dilewati garis Khatulistiwa), mengutip Kita Suci, dan menuliskan pengalaman serta pengamatan penulis sendiri.

Sebagai tambahan, untuk melihat apakah tulisan yang kita buat masuk dalam kategori plagiat dengan menggunakan software online yang dapat diklik pada link ini. Selain itu, penjelasan plagiat secara mendetail dengan gaya bahasa akademis juga dapat dilihat pada link ini.

Selamat menulis dan jauhkan plagiasi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s